Selasa, 29 Januari 2013

Face in a crowd

Mungkin tak seharusnya membuka laman facebookmu. tak juga harus melihat isi foto-fotomu jikapun ingin membuka nya, tapi entah mengapa tangan ini tergerak tuk membukanya. dan lebih parah lagi, aku melakukannya berulang kali. disertai senyum yang tiba-tiba terukir dibibirku. Hati yang berdebar tak menentu. Mungkin itu hanyalah sebuah hentakan yang menghentak dalam jiwa begitu melihatmu.

Kau bukanlah siapa-siapaku di masa lalu. Aku mengenalmu sebagai sesosok orang sambil lalu. Tak juga mampu mengingat gurat wajahmu. Kau ada di masa laluku namun aku tak memberimu tempat istimewa. Kau hanya sekedar teman kenal nama, tak kenal rupa. Faces in a crowd. Tak jua sebuah persahabatan terjalin diantara kita. Sepintas lepas pun tak terjadi. Kita hanyalah sekedar orang asing yang bersama dalam satu tempat.

 
Mengenalmu kini memberiku sebuah pekerjaan ekstra. Mengingatmu!. Aku tak mampu melakukannya hingga kini tapi melihatmu dalam pose facebook-mu membuatku giat mengingat masa-masa yang aku sendiri melupakannya. Menyadari betapa jauhnya kita di masa lalu. Menyadari betapa lepasnya aku akan dirimu. Tak jua bisa mengingatmu. Ingatanku tak seburuk penderita Alzheimer, tapi aku benar-benar tak bisa mengingatmu. Mengenali sosokmu pun aku tak mampu. Maaf...

Kata itu terucap bukan untukmu tapi untuk diriku sendiri yang hingga kini tak bisa mengingatmu. Sebuah debaran yang seharusnya bukan untukmu. Sebuah senyuman yang seharusnya juga bukan untukmu. Melihatmu tak memberiku pilihan. Satu pilihan untuk menutup laman-mu pun tak kau berikan. Melihatmu benar-benar membuatku terpana dan terhenyak ke masa lalu. Sebuah harapan muncul tanpa terpikirkan; " Andai aku mengenalmu dulu..."

Aku tak menjanjikan hati, tak jua menjanjikan rasa, namun kau memberiku keduanya; sebuah rasa dalam hati. Yang tak seharusnya ada di diriku. Yang tak seharusnya terasa dalam hatiku. Yang tak seharusnya tumbuh padaku. Aku menginginkanmu... Menginginkanmu ada dan hadir dimasa laluku. Memberiku sekedar ingatan yang bisa ku ingat sekarang. Memberiku debaran dan senyuman seperti yang ku beri padamu sekarang. Memberiku entah apalagi yang bisa kujadikan kenangan atasmu. Namun tak bisa... aku tak mampu membalik waktu hanya untukmu. Sekali lagi maaf...

Bukan sebuah kesalahan mengenalmu sekarang, namun aku tak mengharapkan sesuatu tentangmu yang bisa membuatku merasa seperti saat ini. 
Seharusnya memang tak ku buka laman facebook-mu...
Seharusnya memang langsung ku tutup album fotomu...

Maaf....sekali lagi maaf...untuk tak mengenali dan mengingatmu dulu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar