Rabu, 13 Agustus 2014

Nasi Gudeg

Jogjakarta, 12:17PM

Setelah mengalami kegalauan beberapa saat untuk menentukan kemana dan apa yang harus ku makan saat lunch,akhirnya dengan tekad yang sedikit goyah, aku menuju tempat makan yang masuk rekomendasi enak. Nasi Gudeg. 
Dengan semangat yang tak seberapa aku pun masuk dalam antrian pembeli. Rasa was-was yang sedari tadi bercokol menggoyahkan tekad terasa semakin menggerogoti. Dalam bayanganku aahh...pasti gudegnya manis sekali. Aku sebenarnya adalah penyuka makanan manis namun lidah dan perutku selalu menolak masakan yang manis. Takdir pun mendekat dengan cepat, sang penjual dengan senyum yang memang sudah terpasang rapi dimulutnya menanyakan padaku; " Dhahar mriki mbak? " tanyanya ramah. Dengan senyum ragu aku menjawab; " Bungkus mawon lah ". Jawabanku menghasilkan senyuman dan ketrampilan tangan yang luar biasa cepat. Tak sampai 5 menit, pesananku siap ditangan. Membayarnya dengan uang puluhan ribu masih dapat kembalian membuatku makin tersenyum. Alhamdulillah masih ada sisa duit hari ini..