Jogjakarta, 12:17PM
Setelah mengalami kegalauan beberapa saat untuk menentukan kemana dan apa yang harus ku makan saat lunch,akhirnya dengan tekad yang sedikit goyah, aku menuju tempat makan yang masuk rekomendasi enak. Nasi Gudeg.
Dengan semangat yang tak seberapa aku pun masuk dalam antrian pembeli. Rasa was-was yang sedari tadi bercokol menggoyahkan tekad terasa semakin menggerogoti. Dalam bayanganku aahh...pasti gudegnya manis sekali. Aku sebenarnya adalah penyuka makanan manis namun lidah dan perutku selalu menolak masakan yang manis. Takdir pun mendekat dengan cepat, sang penjual dengan senyum yang memang sudah terpasang rapi dimulutnya menanyakan padaku; " Dhahar mriki mbak? " tanyanya ramah. Dengan senyum ragu aku menjawab; " Bungkus mawon lah ". Jawabanku menghasilkan senyuman dan ketrampilan tangan yang luar biasa cepat. Tak sampai 5 menit, pesananku siap ditangan. Membayarnya dengan uang puluhan ribu masih dapat kembalian membuatku makin tersenyum. Alhamdulillah masih ada sisa duit hari ini..
Sesampainya di kos-kosan. Aku membuka bungkusan nasi gudegnya. Dengan bantuan satu-satunya sendok yang aku punya, aku mulai mengolah nasi dan gudegnya bercampur, agar lebih nikmat. Rasa was-was yang sedari tadi hinggap semakin mengukuhkan dirinya saat aku hendak menyantap makananku. Menantangku layaknya Fear Factor. Sesendok nasi gudeg menuju mulutku, dan dalam 3 kali kunyahan, mulutku nyengir tak beraturan. Oohh my goodness!!! Muuuaniiiissssnya pake bangett!!! Busyeeettttttt...bayanganku kalah dari kenyataan!!!
Sekitar 30 menit berikutnya, aku mengalami kejadian yang luar biasa. Aku terhenyak dengan rasa sesal yang mendalam. Seumur hidupku aku tak pernah mengalami hal-hal ini. Hal yang pertama yang tak pernah ku alami adalah PORSI MAKANAN. Teman-temanku menyebutku anggota GAM bukan gerakan Aceh merdeka namun Gerakan Anti Mubadzir alias aku tak pernah menyisakan makananku. NEVER!
Hal berikutnya yang tak kalah luar biasa adalah WAKTU MAKAN. I am a quick eater. Entah dingin ato panas makanannya aku pasti melahapnya hanya dalam hitungan menit. Dan Nasi Gudeg ini telah merenggut rekor waktu makanku. 30 menit dan hanya setengah porsi yang ku makan.
Menyesal? PASTI! aku tak mau lagi menyentuh makanan itu, tidak di kota ini yang terkenal dengan masakan manisnya. Satu pelajaran yang bisa ku pelajari hari ini, jika sesuatu itu meragukanmu,maka tinggalkanlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar